Sabtu, 09 Juni 2012

Ka’bah dan Bukti-Bukti Nyata

Ia adalah Baitullah, kiblatnya kaum muslimin yang di ridhai Allah bagi hambaNya. Dinamakan Ka’bah karena bersegi empat, dan ada yang mengatakan karena tingginya dari permukaan tanah.
Nama-Nama Ka’bah Antara Lain:
- Al Bait al ‘Atiq: Allah berfirman “wal yaththawwafuu bil baitil ‘atiq”(Qs, al Hajj: 29) Dinamakan demikian karena Allah menyelamatkan dari serangan musuh. Dan ada yang mengatakan al’atiq berarti qadim, uniq atau lama.
- Al Bait al Haram: Allah berfirman: “ja’alallahu al Ka’bata al baital Haram qiyamallinnaas” [Qs, al Ma'idah: 97] Qiyaman maknanya: sebagai sebab keshalihan agama dan akhirat mereka.
Ka’bah merupakan rumah tempat ibadah yang pertama dibangun untuk manusia. Allah berfirman:Inna awwala Baitin wudi’a li’n-naasi la-’lladhii bi-Bakkata mubaarakan wa hudan lil ‘alamiin”. [Qs, Ali Imran: 96]
Said bin Jabir mengatakan: “Barang siapa mendatangi baitullah mengharap sesuatu untuk dunia dan akhirat, maka ia akan mendapatkannya”
Ka’bah dibangun diatas pondasi yang kokoh, tingginya mencapai empat belas meter. Setiap tahunnya dibungkus dengan kiswah yang indah yang dibuat oleh para ahli.
Hajar Aswad:

Ia adalah batu  yang dipasang di sudut bagian tenggara Ka’bah dengan ketinggian satu meter. Tentang keutamaan Hajar Aswad telah disebutkan di banyak hadits, antara lain sabda Rasulullah saw: “mengusap hajar aswad dan rukun yamani dapat menghapuskan dosa” [HR Ahmad dan Nasa'i]
Hajar Aswad adalah salah satu batu surga. Dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhuma bahwa nabi saw bersabda: “hajar aswad itu batu dari surga”
Bahwasannya Hajar Aswad akan bersaksi kepada orang yang menyentuhnya dengan kebenaran. Dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma ia berkata: rasulullah saw bersabda tentang Hajar Aswad: “Demi Allah…! Hajar Aswad akan dibangkitkan pada hari kiamat, Allah memberinya dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara, memberikan kesaksian terhadap orang yang menyentuhnya dengan kebenaran”. [HR Ahmad, ibnu Majah, dihasankan oleh Tirmidzi  dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al Hakim]
Penamaan batu tersebut dengan Hajar As’ad adalah penamaan yang tidak mempunyai dasar. Penamaan yang bersumber dari rasulullah saw adalah Hajar Aswad atau Rukun.

0 komentar:

Posting Komentar